Rabu, 29 Juni 2016

Mobil Sapu Angin ITS terbakar saat akan dikirim ke london

SURABAYA Mobil sapu angin ITS gagal melaju ke laga dunia Eco Shell Mara­thon   Challenge   Divers World Championship (DWC)  di  London.  Sebab, Mobil sapuangin terbakar dalam boks atau peti kemas saat  akan  diturunkan  di arena  lomba,  di  Stadion Olimpic,  London,  Minggu (26/6)  siang.
 Kejadian  ke­bakaran yang menyisakan mesin  dan  bodi  belakang mobil    karya    ITS    itu berusaha dihadapi dengan tenang oleh pihak ITS. “Kami tidak akan mencari  ini  kesalahan  siapa, tapi menjadikan ini seba­gai  pembelajaran,”  ujar Bambang  Pramujati,  Ke­tua Jurusan Teknik Mesin ITS, Selasa (28/6).
Klaim pada pihak agency, seperti  yang  diberitakan sebelumnya,  di cabut  dan saat  ini  tim  Sapu  Angin masih  menghimpun  data-data  yang  valid  penyebab kebakaran tersebut. Investigasi, lanjut Bam­bang, masih perlu di laku­kan. Namun, dalam in ves­tigasi  nanti  pihak  Sapu Angin tidak ingin mencari kesalahan dan siapa yang paling bertanggungjawab atas  musibah  itu,  tapi lebih  pada  penyebab pe­nyebab terbakarnya ken­daraan  itu.  “Ini  penting agar  kasus  serupa  tidak terulang lagi,” tandas dia. http://harga.web.id/info-daftar-produk-sepeda-motor-suzuki.info
Saat ini, kata Bambang, adalah untuk terus men­dukung dan menguatkan tim Sapu Angin yang pas­tinya  masih  dalam  kea­daan  terpukul.  “Mohon doa nya  supaya  tim  tetap tegar selama melihat pe­nampilan tim tim di ajang tersebut,” tutupnya. Dosen     pembimbing Witantyo menambahkan, di  ajang  lomba  ini  yang dinilai  berbeda  dengan saat lomba di Filipina. Di ajang lomba kali ini yang dinilai  adalah  kecepatan dengan konsumsi BBM 90 persen dari hasil lomba di tingkat  Asia,  jadi  tidak lagi   lomba   irit-iritan bahan bakar, katanya.
Witantyo menjelaskan, ia bersama timnya menerima kabar dari pihak pengirim, jika boks atau peti kemas yang berisi mobil dan per­lengkapan tim Sapu Angin ITS terbakar, saat anggota tim masih transit di Doha, Qatar  dalam  perjalanan menuju  London,  Minggu (26/6) siang. “Kami hanya merima kabar peti kemas itu  terbakar  saat  pengiri­ man dari gudang di London menuju lokasi lomba. Pada saat akan diturunkan itu­ lah terlihat asap dari boks atau peti kemas,” katanya.
Dijelaskan   Witantyo, boks yang terbuat dari lo­gam itu menyebabkan api terlokalisir di dalam boks sehingga  api  tidak  me­nyebar, tapi meng hangus­kan  hampir  seluruh  isi boks.  Penyebab  kejadian masih dalam penyelidikan lebih lanjut. “Kami tidak bisa berspekulasi sebelum ada keterangan resmi dari pihak  pengangkut.  Yang jelas  memang  mobil  dan perlengkapannya   kami berangkatkan  lebih  awal melalui  jasa  pengiriman udara,” katanya.

sumber: radar surabaya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar