Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2016

Kontrak Inpex & total akan habis, pemerintah serahkan blok mahakam ke pertamina

JAKARTA –Pemerintan telah menyerahkan  sepenuhnya  pe­ngelolaan  Blok  Mahakam  ke­pada  PT  Pertamina  (Persero) tanpa melibatkan PT Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation yang kontraknya sudah habis. Keputusan ini diapreasi banyak kalangan karena dinilai menjadi pilihan ideal untuk ketahanan energi nasional.
“Pertamina   harus   berani mengelola  sendiri  dan  harus bisa. Ini untuk menunjukkan kedepan bahwa kita mampu,” ujar Rudy Laksmono Widayatno, Kepala Program Studi Ketahanan, Universitas   Pertahanan,   di Jakarta kepada pers di Jakarta, Selasa (28/6). http://harga.web.id/daftar-harga-hotel-termurah-di-jogja-2014.infoMenurut  Rudy,  keterlibatan Total  dan  Inpex  selain  kon­traknya  sudah  habis,  kedua perusahaan   tersebut   sudah lama mengelola dan mengolah Blok  Mahakam.  Menurutnya saat ini waktu yang tepat bagi Pertamina untuk mengelola aset milik negara. Pengelolaan  blok  mahakam ini bukan tanpa risiko. Per­tamina   dihadapkan   dengan penu runan  produksi  karena karena belum siap mengambil alih  pengelolaan  dan  pengo­lahan.
 “Solusinya,  Pertamina harus memperkecil gap antara dikelola  sendiri  dengan  pada saat  dikelola  Total,”  katanya.
Tetapi Pertamina bisa memetik banyak keuntungan jika menge­lola sendiri, karena ada proses pembelajaran langsung (learn­ ing by doing). Kontrak  pengelolaan  Blok Mahakam  yang  di miliki  PT Total  EP  Indonesie  dan  Inpex Corporation   akan   berakhir Desember  2017.    Pemerintah telah  memutuskan untuk menyerah­kan hak pengelolaan 100 persen  Blok     Mahakam     kepada Pertamina. Namun    pemerintah    me­ngizinkan  Pertamina  meng­gandeng Total dan Inpex sebagai mitra.     Sebab,     dua perusahaan   migas   ini sudah   berpengalaman mengelola     blok     di Kalimantan Timur. Tapi, kepemilikan Total dan In­pex di Blok Mahakam di­ batasi maksimal 30 persen saham.


Sumber: Radar surabaya

Minggu, 10 April 2016

Target investasi Surabaya tahun ini 35 triliun

Pemkot Surabaya terus menggenjot pertumbuhan investasi. Sepanjang tahun ini, setidaknya arus modal yang masuk ke Surabaya harus memenuhi target sebesar Rp 35 trilliun. Sampai kemarin (9/4), dari target itu realisasinya baru mencapai Rp 500 miliar. Berbagai upaya kini tengah dilakukan pemkot untuk bisa menarik investor mau membuka usaha di Kota Surabaya.
Hal  itu  diungkapkan  oleh Kepala Badan Koordinasi Pela­yanan  dan  Penanaman  Modal (BKPPM)  Surabaya  Eko  Agus Supriyadi  kepada  Radar  Surabaya, kemarin.
Dia mengatakan, sejauh ini investasi yang masuk ke Surabaya adalah dari sektor jasa. Hampir ada 4.000 investor yang sudah menanamkan modal untuk  berusaha  di  Surabaya. Meski pencapaian saat ini masih minim,  namun  pihaknya  opti­mis target itu akan tercapai hingga penghujung tahun. http://harga.web.id/list-tiket-pesawat-murah-ke-surabaya.info
“Tahun kemarin investasi yang berhasil masuk ke Kota Pahlawan ini sebesar Rp 30 triliun. Tahun ini kami targetkan naik dengan didukung sejumlah upaya  dari berbagai kemudahan yang diberikan,” ulasnya. Kemudahan yang dimaksud Eko  adalah  terkait  perizinan. Dimana sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait yang menjadi pintu perizinan usaha di Surabaya, banyak yang sudah membukakan celah kemudahan. Mulai dari Dinas Perdagangan   dan   Perindu strian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan sejumlah dinas terkait lainnya.
Apalagi, lanjut dia, kesiapan infrastruktur di Kota Surabaya sudah relatif tanpa kendala. Seperti halnya pasokan listrik dan air. Sedangkan yang memang agak susah, diakui Eko, adalah tersedianya lahan. Namun,  kata  dia,  Surabaya yang  sudah  menetapkan  sebagai kota perdagangan dan jasa, maka yang ditawarkan ke depan lebih  pada  industri  bukannya pada karya melainkan yang padat  modal.  Itulah  sebabnya,  di Surabaya terdapat banyak perkantoran yang bisa menyokong industri pelayanan dan jasa.
“Nanti  arahnya  Kota  Surabaya akan dibuat seperti Singapura  yang  memang  banyak melayani  sektor  perdagangan dan jasa,” kata Eko. Dia menambahkan, pertum buhan invetasi di Surabaya ini dihitung  mulai  dari  yang  terkecil dari usaha pergudangan yang sudah terdaftar.
Menurutnya,  seluruh  usaha kecil pun memiliki andil dalam mengembangkan  invetasi  di Surbaya. Sebab sekecil apapun usaha  yang  dilakukan  akan membuat perputaran ekonomi di tataran masyarakat. Oleh sebab itu, usaha kecil semacam warung pun  turut  dihitung dalam  per tumbuhan ekonomi dan investasi di Surabaya.

sumber: radar surabaya